Selasa, 09 Februari 2016


Pahlawan-pahlawan Bertopeng

Akhir-akhir ini, aku menemukan beberapa pahlawan bertopeng pembela ‘kebenaran’(menurut mereka) yang bergerak dalam bidang cara hidup jemaat terpanggil. Meraka hadir di saat telah berada di luar tembok jemaat terpanggil itu. Mereka telah merasa menang, karena telah menemukan cara hidup baru dan berhasil pergi dari rumah persemaian itu. Entah mengapa, mereka hadir secara tiba-tiba dengan membawa panji ‘perang’ terhadap orang-orang yang dianggap tidak ‘beres’ di seminari.
Dalam beberapa kasus, kehadiran mereka bukan tanpa misi. Mereka hadir dengan kekuatan dan kecurigaan penuh, untuk :
  1.  Menyantlap orang-orang yang dianggap tidak ‘beres’
  2.  Mengkompilasi segala kesalahan atau perbuatan yang dianggap menyimpang, sehingga menjadi kesalahan yang besar
  3.  Mengecap orang-orang sebagai badut karena orang-orang tersebut hanya masuk dalam aliran ABS (Asal Bapak Senang)
  4.  Ngrasani orang-orang yang tidak sepaham dan sepikir dengan mereka.
  5.   Dll

Keberanian mereka sebagai seorang pahlawan patut diacungi jempot, kerena mereka begitu kepo dengan orang-orang yang menjadi target mereka. Mereka selalu haus dan lapar akan segala informasi tentang orang-orang tersebut.
Maka, sebagai orang anonim yang merasa terpesona dengan karakter dan cara kerja mereka, aku mau memohon dan berdoa supaya Allah selalu menyertai mereka dalam setiap usaha yang mereka lakukan.

Tuhan Terkasih, aku sangat bersyukur atas rahmat yang boleh aku rasakan sampai saat ini
Di tengah-tengah kami, telah ada para pahlawan bertopeng
Kami mohon ya Tuhan, lindungilah mereka, sertailah mereka
Bapa yang Maha Kasih, ingatkanlah mereka selalu jika mereka lupa, supaya mereka;
Melepaskan topeng-topeng yang bertujuan untuk pencitraan semata
Menuntun orang-orang yang sedang dalam kegelapan, bukan malah justru semakin menjauhkan mereka dari cahaya sinar KasihMu
Menggendong orang yang sedang lumpu dalam menapaki pemurnian panggilan hidup, bukan malah justru melemparkan mereka ke jurang
Bersyukur, atas pengalaman yang telah di dapatkan, bukan malah sibuk menjelek-jelekan orang lain
Tuhan, doa yang kurang sempurna ini, aku mohon Kau sempurnakan dengan doa yang Engkau ajarkan sendiri. Bapa Kami. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar